INVESTASI UNTUK KEMAJUAN SOSIAL INDONESIA

Sesuai dengan AD/ART KAGAMA bahwa salah satu tujuan KAGAMA adalah untuk mewujudkan terlaksananya usaha-usaha demi kemajuan almamater dan kesejahteraan anggota.

Dalam upaya mencapai tujuan tersebut, KAGAMA SUMUT Bidang Dana Usaha mendirikan usaha rintisan (start up), dengan merek Kongsi. Aplikasi Kongsi bertujuan menjadi solusi dalam pengelolaan kegiatan sosial kemasyarakatan yang saat ini berkembang pesat namun mengalami keterbatasan ketersediaan aplikasi yang memadai.

Pengembangan konsep bisnis dimulai awal tahun 2017 dengan riset potensi bisnis dan kemampuan internal. Saat ini pengembangan aplikasi Kongsi sedang berjalan dan peluncuran (soft launching) direncanakan pada tanggal 20 Mei 2018, bertepatan dengan peringatan hari kebangkitan nasional yang ke 110. Pemilihan tanggal launching terinspirasi oleh semangat Boedi Oetomo, sebagai organisasi sosial yang mampu membangkitkan rasa nasionalisme. KONGSI diharapakan dapat mendorong kemajuan sosial Indonesia di era digital.

Menurut Budi Siswoyo, selaku ketua bidang dana usaha pengda kagama sumut, yang juga sebagai pendiri Kongsi, usaha rintisan ini sejalan dengan program pemerintah, yang berambisi membangun 1.000 start-up. Kongsi diharapkan menjadi salah satunya. Kongsi juga ikut membuka lapangan pekerjaan bagi anak-anak muda kreatif di Medan dan membangun industri kreatif di sumatera utara, sebagai alternatif industri masa depan selain industri pertanian dan perkebunan yang sudah mengakar.

Menurut Was’i Abbas, pendiri sekaligus arsitek Kongsi, aplikasi Kongsi berbeda dengan aplikasi crowd funding, event maupun team building yang saat ini banyak tersedia. Kongsi memiliki keunikan yang tidak dimiliki oleh aplikasi tersebut. Kongsi adalah aplikasi kegiatan sosial atau community organizer atau social action project app. Kongsi menghubungkan penggiat sosial, relawan dan donatur atau sponsor dalam satu grup sehingga kegiatan sosial menjadi terkelola dengan lebih baik secara transparan. Versi pertama Kongsi fokus untuk fungsi kepanitian ini. Dalam pengembangan, KONGSI akan memiliki fungsi lain di bidang kegiatan sosial yang banyak sekali formatnya di tengah masyarakat Indonesia. Visi Kongsi adalah untuk memudahkan komunitas berkolaborasi berbuat baik.

Riset dan pengembangan konsep Kongsi didanai oleh tim danus, nama populer bidang dana dan usaha pengda kagama sumut. Untuk mempercepat pengembangan usaha, manajemen kongsi mengundang anggota kagama sumut bergabung menjadi investornya. Kesempatan emas ini dibatasi sampai target dana terpenuhi. Untuk pendaftaran investor dapat menghubungi nomor 081533309738 atau 085743357019, atau langsung di www.kongsikita.com/investor.

“Saya sangat bersemangat sekali mengembangkan bisnis aplikasi Kongsi ini. Ini betul-betul baru dan pasti akan booming”, pendapat Justin Teger Bangun, Chief Operating Officer (COO) Kongsi, yang juga ketua koperasi kagama sumut. Hal senada juga diungkapkan oleh Budi Syahputra, kepala perwakilan wilayah sumut Rumah Zakat, menilai kongsi dibutuhkan untuk pengelolaan kegiatan-kegiatan pemberdayaan masyarakat agar lebih menyenangkan.

“Prospek bisnis kongsi sangatlah seksi, ini sesuai dengan trend era digital saat ini”, penilaian Rizal Arjuna, Ketua Pengurus Cabang KAGAMA Sumut Kota Medan. Beliau menambahkan investasi kongsi bisa dijadikan sebagai tabungan masa depan karena bisnis strat up umumnya berorientasi jangka panjang.

“Start-up harus punya keunikan agar berhasil. Saya melihat aplikasi Kongsi punya itu. Saya dukung terobosan ini” ungkap M. Hamied Wijaya, Ketua Pengda Kagama Sumut, yang sudah mendaftar jadi investor Kongsi. Beliau yakin upaya kongsi ini tidak semata bisnis yang bisa mensejahterkan anggota kagama, lebih jauh dari itu, ini untuk ikut mendorong kemajuan sosial Indonesia di era digital.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *