PELUNCURAN APLIKASI KONGSI

Bertepatan dengan peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke 110, Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada Sumatera Utara (KAGAMA SUMUT), meluncurkan aplikasi kegiatan sosial pertama di Indonesia, KONGSI bertempat di Hotel Saka, Jalan Ring Road, Medan, Minggu (20/5/2018).

Ketua Pengda KAGAMA SUMUT, M. Hamied Wijaya mengatakan peluncuran KONGSI, aplikasi berbasis android ini merupakan upaya KAGAMA Sumut untuk ikut membantu mengatasi permasalahan pengelolaan kegiatan sosial kemasyarakatan berbasis komunitas yang kurang tersentuh dengan kemajuan digital.

Aplikasi KONGSI memungkinkan komunitas mengelola program atau kegiatannya dengan hanya sentuhan jari di handphone.

“KONGSI yang kita launching ini, aplikasi kepanitian atau community organizer (CORE) atau social action projects, merupakan yang pertama untuk segmen pengelolaan kegiatan sosial di Indonesia. Ini langkah awal untuk membantu mempercepat kemajuan sosial Indonesia. Ini investasi KAGAMA SUMUT untuk Indonesia. Dampak Kongsi, kita berharap kemajuan sosial, saling percaya, perbaikan kohesi sosial antar masyarakat akan terasa kemudian,”ujar Hamied.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Bank Indonesia Kantor Wilayah Sumatera Utara, Arief Budi Santoso merekomendasikan aplikasi KONGSI untuk dapat digunakan oleh masyarakat agar pengelolaan kegiatan komunitas lebih mudah dan lebih baik.

“Saat ini waktunya pas untuk peluncuran KONGSI. Di bulan Ramadan ini banyak kegiatan sosial di masyarakat kita. Ada buka puasa bersama, pembagian paket buka puasa, pengumpulan dan distribusi zakat, pembagian paket lebaran. Setelah lebaran disusul dengan syawalan, halal bi halal, reunian atau temu kangen. Selain itu, Kongsi bisa juga digunakan untuk penanganan akibat bencana alam seperti untuk membantu korban bencana Sinabung,”ucap Arief.

Saat menggunakan aplikasi KONGSI, Rimbananto selaku Ketua Jaringan Komunitas Binjai, mengatakan aplikasi KONGSI mudah digunakan. Fiturnya membantu memudahkan perhitungan dana masuk dan keluar lebih cepat. Ada pembagian peran panitia dan monitoring progresnya.

“Aplikasi ini bisa terhubung dengan donatur-donatur yang membantu kegiatan sehingga seperti membuat laporan kegiatan seketika. Banyak waktu yang bisa dihemat dengan aplikasi KONGSI ini,”ungkap Rimbananto.

Sementara itu Kepala Perwakilan Rumah Zakat Provinsi Sumut, Budi Syahputra menambahkan dengan menggunakan aplikasi KONGSI maka kegiatan pemberdayaan menjadi lebih menyenangkan karena memudahkan masyarakat secara bersama-sama saling membantu sesuai perannya.

Bukan hanya itu saja, hal yang menarik, KONGSI mengenalkan istilah donasi jasa, donasi dana dan barang.

CEO KONGSI, Was’i Abbas, menjelaskan visi Kongsi adalah memudahkan komunitas berkolaborasi berbuat baik bagi kemanusiaan dan pembangunan dengan motto kolaborasi hati tuk berbagi.

“Aplikasi KONGSI dirancang untuk membawa cara bergotong royong masyarakat Indonesia ke dalam format digital. KONGSI CORE versi beta ini adalah varian pertama aplikasi KONGSI. Dalam tahun 2018 ini selain mengembangkan fitur-fitur KONGSI CORE yang saat ini dilaunching, juga akan hadir KONGSI varian lain dari adopsi format sosial kemasyarakatan. Kita berharap masyarakat memilih aplikasi KONGSI untuk pengelolaan bersama kegiatan-kegiatan sosialnya,” ujar Was’i Abbas.

Ia juga mengatakan selain untuk membantu memecahkan permasalahan pengelolaan kegiatan kemasyarakatan di tingkat nasional, KONGSI juga bertujuan untuk menyerap dan mengembangkan potensi sumber daya manusia Sumatera Utara dalam mengembangkan industri kreatif.

Dalam pengembangan aplikasinya, Kongsi banyak melibatkan anak muda Medan. KONGSI adalah usaha bersama KAGAMA SUMUT dengan anak Medan yang tergabung dalam PT KONGSI Global Makmur (KGM).

“Sekarang aplikasi KONGSI dapat diunduh di Google playstore, dengan ikon mangkok hijau dan satu mutiara. Dalam masa promosi, aktivasi aplikasi gratis. Silahkan unduh dan gunakan untuk kegiatan-kegiatan bersama kita,” kata Was’i Abbas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *