UGM KEMBALI SELEKSI MAHASISWA BARU DI KOTA MEDAN

Universitas Gadjah Mada (UGM) melaksanakan seleksi masuk dengan pola ujian tertulis atau yang biasa disebut jalur Ujian Tulis (UTUL) untuk tahun ajaran 2018/2019, bertempat di Lembaga Pendidikan Perkebunan (LPP) Kampus Medan Jl. Willem Iskandar (Jl. Pancing), Medan, Minggu (8/7/2018).

Ketua Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (KAGAMA) Sumut sekaligus Ketua Penyelenggara UTUL UGM Panitia Lokal (Panlok) Kota Medan, M. Hamied Wijaya menjelaskan, bahwa UTUL UGM yang dilaksanakan di Kota Medan ini, menjadi tahap awal supaya semua orang termasuk yang tidak mampu untuk bisa masuk UGM.

“Penyelenggaraan Utul ini jadi Tahap awal UGM buka pintu. Tujuannya supaya semua orang termasuk yang tidak mampu untuk bisa masuk UGM,” ujar Hamied Wijaya, Minggu (8/7/2018).

Selain itu, Hamied juga menjelaskan bahwa Utul UGM ini kembali diselenggarakan tahun 2018 setelah terakhir dilaksanakan pada tahun 2003. Dengan dibukanya seleksi ini, kata Hamied dapat minimalir biaya para calon mahasiswa sehingga tidak perlu jauh-jauh ke Yogyakarta.

“Terakhir kan 2003. Dibuka kembali seleksi masuk UGM ini kan manfaatnya banyak sebetulnya. Memberi fasilitas pada penduduk yang tinggal di Sumatera Utara agar percaya diri daftar UGM. Karena kalau ikut ujian ke UGM, itu berapa biaya tiket pesawat, minimal Rp 4 juta habis, di sini cuma Rp 225 ribu bayar,” terang Hamied.

Saat disinggung tentang berapa banyak kuota yang akan diambil dari Kuota 1500 pendaftar yang ikut ujian tulis di kota Medan, Hamied menegaskan bahwa itu jadi wewenang panitia yang di pusat UGM.

“Kita tidak tahu (kuota yang lulus), artinya kita panitia pelaksana hanya melaksanakan, nanti panitia pusat yang menentukan,” tegasnya.

Sementara itu, Senawi selaku penanggung jawab penerimaan mahasiswa pusat UGM di Sumut yang juga turut diwawancarai Tribun Meda menjelaskan bahwa Jalur Utul UGM sama dengan jalur mandiri.

“Iya (utul) memang ini mandiri. UGM Ada Jalur SNMPTN, SBMPTN dan jalur mandiri. Nah jalur mandiri UGM itu masih beberapa macam, Utul salah satu jalur ujian mandiri,” ujarnya.

Senawi juga mengatakan kalau total peserta yang mengikuti Utul di empat kota untuk tahun ini berjumlah lebih dari 60 ribu orang.

“Total peserta Utul tahun ini 60571. Medan 1500, Jakarta 5000, Pekanbaru 2500, Yogyakarta 50 ribu lebih,” sebutnya.

Terkait jumlah pengawas Senawi mengatakan kalau para pengawas ujian bersumber dari para Kagama ditambah dengan supporter dari pihak LPP.

“200 orang pengawas dari alumni Kagama dan 60 orang support dari LPP. Kalau Rasio pengawas itu 1:10 peserta. Tetapi Alhamdulillah untuk di Sumatera Utara ini, antusias dan komitmen para Kagama dan support dari LPP ini sehingga SDM melimpah,” imbuhnya.

Saat ditanya terkait jumlah mahasiswa tidak mampu yang berkuliah di UGM, Senawi menuturkan bahwa mahasiswa kurang mampu tidak perlu takut untuk daftar UGM. Senawi yang juga pernah menjabat sebagai direktur kemahasiswaan UGM ini juga mengatakan bahwa UGM banyak menerima mahasiswa tidak mampu.

“30% rata-rata mahasiswa UGM itu berasal dari keluarga yang tidak mampu. Memang ada konotasi seolah mandiri SPP nya mahal, kalau di ugm itu tidak. Sama (dengan reguler). Masih disubsidi. Jadi jalur SNMPTN, SBMPTN, dan Mandiri ini semata-mata memberikan kesempatan yang sama kepada seluruh anak bangsa untuk bisa kuliah di UGM. Bicara anggaran itu kita sifatnya transparansi berdasarkan kemampuan orangtua yang nantinya untuk UKT-UKT,” terangnya.

Saat ditanya apakah tahun depan akan ada lagi Utul. Senawi optimis bahwa tahun depan kembali dapat melaksanakan seleksi Utul di Medan kembali.

“Ya Insyallah, apalagi kalau melihat persiapan apalagi dukungan Kagama Medan yang sangat kuat. Apalagi Berbicara Untuk mahasiswa luar Jawa untuk perguruan tinggi papan atas itu paling banyak juga di UGM sehingga disitulah kami selalu katakan UGM itu menjadi harapan bagi generasi muda masyarakat untuk memutus rantai kemiskinan,” pungkasnya.

Sementara itu, Putri Irena (17) yang ditemui usai ujian sesi terakhir mengatakan kalau dirinya ikut Utul ini karena belum lulus ujian sebelnya.

“Karena SNMPTN dan sbmptn belum lulus jadi ikut utul UGM. Ini masih ada peluang apalagi ke UGM jadi diikuti,” ujarnya Minggu sore (8/7/2018).

Alumni Santo Thomas 1 Medan tahun 2018 ini berharap bisa lulus masuk UGM. Jika tidak lulus juga dia mengatakan akan kembali ikut seleksi masuk yang lain.

“70 persen keyakinan untuk lulus. Berharap agar bisa lulus di ujian ini. Selain ini, ikut ujian mandiri yg lain yakni ujian Undip, USU,” katanya.

Peserta lainnya, Cindi mengatakan bersyukur ada utul UGM ini. Karena menurutnya sangat meringankan biaya.

“Bersyukur ada ujian UGM ini, karena mengurangi biaya akomodasi juga. Dan berharap bisa lulus,” ujarnya.

Cindi yang baru mencoba ikut tes tahun ini juga berharap agar bisa lulus ketika melihat pengumuman 18 Juli mendatang. Namun dia tetap menyerahkannya pada Tuhan.

“Semoga tahunini dikasih kesempatan bisa lulus di UGM dan hasilnya bagus memuaskan. Saya baru coba tes tahun ini. Selain itu, coba tes masuk UGM dan Undip juga. Dengan pilihan jurusan kedokteran UGM dan Undip. Saya Yakin bisa lulus, tapi tetap serahkan sama Tuhan hasilnya,” tandasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *